PIALA CARABAO: ARSENAL & MANCHESTER CITY BISA DIDISKUALIFIKASI?

Sejak berganti nama menjadi Piala Carabao, sejumlah insiden aneh mewaranai turnamen tersebut, hal serupa terjadi di putaran keempat.

Sebelumnya ada kebingungan di putaran pertama, bahkan sebelum bola ditendang. Charlton Athletic secara keliru diundi dua kali. Kemudian di putaran kedua, terjadi kekacauan alokasi home/away. Tidak lama kemudian ada kejadian aneh untuk menggelar undian putaran ketiga pada pukul 4 pagi. Fans dibuat geleng-geleng kepala.

Terkini, kontroversi melibatkan dua tim besar Inggris yaitu Manchester City dan Arsenal. Kontroversi ini bahkan memunculkan analisis kemungkinan diskualifikasinya kedua tim tersebut terkait penggantian pemain ekstra.
Ketika itu Arsenal dan Man City sama-sama menggunakan empat pergantian pemain di laga putaran keempat lawan Norwich City dan Wolves.

Permasalahannya bukan soal empat pergantian pemain yang memang diperbolehkan. tetapi waktu pergantian dipertanyakan. 

Kedua tim menggunakan dua pergantian di waktu normal, lalu menggunakan dua lagi pergantian di babak tambahan waktu. Di sinilah letak perdebatan karena ada kebingungan terkait aturan. 

Arsene Wenger yakin timnya telah bekerja sesuai regulasi namun bos Nowich Daniel Farke tidak sependapat. The Canaris dikabarkan telah meminta klarifikasi dari EFL. 

Aturan Piala Carabao menyebutkan, ketika pertandingan memasuki babak tambahan waktu, klub yang berpartisipasi ‘diperbolehkan untuk menggunakan satu tambahan pergantian (hanya di babak tambahan waktu).

Tipis memang kemungkinan Arsenal dan Manchester City dieliminasi pada kompetisi ini karena mereka sepertinya sudah mematuhi regulasi.
Belum lag  pada pertandingan-pertandingan sebelumnya sudah ada beberapa klub yang melakukan pergantian lebih dari sekali di babak tambahan waktu. Contohnya di laga putaran ketiga antara Bournemouth dan Brighton, kedua tim melakukan pergantian lebih dari satu di babak tambahan.

Bournemouth menggunakan dua dari empat slot empat pergantian saat babak tambahan sementara seluruh jatah Bournemouth dilakukan di babak tambahan dan tidak dipermasalahkan. 
Besar kemungkinan EFL hanya akan memberi keterangan lebih lanjut terkait aturannya yang sedikit membingungkan.
Sebagai tambahan, kontroversi memang menghantui kompetisi ini. Pertama soal undian.

Kompetisi dengan sponsor yang baru ini memulai segalanya dengan buruk. Undian yang disiarkan langsung melalui Facebook, tayang tanpa suara. Situasi memburuk karena Charlton Athletic diundi dua kali hingga EFL meminta maaf dan menegaskan undian sama sekali tidak diatur.

Di putaran kedua, kebingungan terkait slot tandang dan kandang terjadi. Sejumlah klub bahkan ikut mengolok-olok kebingungan tersebut di sosial media.
Seperti ingin melanjutkan deretan kontroversi, undian putaran ketiga digelar pukul 4:15 pagi waktu setempat. Alasannya adalah penyelenggara turnamen berharap mendapat perhatian lebih banyak di Asia.
Komplain Bola.

Setelah Manchester City meraih kemenangan di putaran keempat atas Wolves, manajer Pep Guardiola langsung melayangkan kritik terhadap bola yang digunakan.

Mantan bos Barcelona dan Bayern Munich tersebut menyebut bola Mitre yang digunakan tidak bisa diterima di level tinggi kompetisi dengan menyebutnya terlalu ringan.

Pemain City Yaya Toure mendukung kritik dari Guardiola dengan menyebutnya ‘sampah’, bahkan lebih buruk dari Adidas Jabulani yang digunakan pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan
Sumber: Goal.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *